Hadapi Puncak Hujan Februari, Jakarta Kebut Normalisasi Empat Sungai

By Admin


Dok. Humas DKI

nusakini.com, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mematangkan strategi penanganan cuaca ekstrem. Rapat koordinasi terkait persiapan musim penghujan ini dilangsungkan di Balai Kota Jakarta pada Kamis (5/11).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin langsung pertemuan yang berfokus pada langkah mitigasi bencana tersebut. Pemangku kepentingan lintas sektoral dilibatkan untuk memastikan kesiapsiagaan ibu kota menghadapi curah hujan tinggi.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak curah hujan diprediksi melanda pada bulan Februari mendatang. Fenomena iklim El Nino diperkirakan membuat durasi hujan lebih singkat tanpa mengurangi debit air yang turun.

Kondisi cuaca ini membawa potensi peningkatan curah hujan ekstrem mulai bulan Januari hingga pertengahan tahun nanti. Risiko luapan air menjadi perhatian utama yang harus segera diantisipasi oleh seluruh jajaran pemerintahan.

"Yang tadi baru saja kita selesai mengadakan rapat, hal yang berkaitan dengan persiapan untuk menghadapi banjir, menyambut lima abad, hal yang berkaitan dengan membuat Jakarta lebih hijau, lebih sejuk," kata Pramono. Ia menekankan perlunya dukungan penuh dari seluruh institusi untuk menyelesaikan tugas penanganan genangan secara detail.

Guna memperlancar proses di lapangan, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta turut digandeng oleh pihak pemerintah daerah. Institusi hukum tersebut akan memberikan pendampingan selama pengerjaan proyek normalisasi sejumlah sungai berlangsung.

Langkah pengerukan dan penataan perairan akan terus dikebut pengerjaannya hingga bulan Desember mendatang. Fokus utama normalisasi diarahkan pada aliran Kali Ciliwung, Angke, Krukut, serta Cakung Lama.

Wilayah Jakarta Barat menjadi sorotan khusus karena diyakini memiliki potensi limpahan air paling tinggi. Pembenahan infrastruktur di kawasan tersebut tengah dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana berskala besar. (*)